ke hadapan, ke belakang
tangan bergerak tanpa arahan
merah, semerah mata sang serigala
kelaparan mencari mangsa di hening malam
satu kepuasan
pedih
mata ini pedih
tiada habuk mahupun kotoran
namun terasa amat pedih
berkali - kali dibantu oleh tangan
tiada kelegaan ditemui
aku pedih
pedih bukan kerana habuk
tetapi kerana kemajuan yang membutakan
membutakan mata mereka - mereka
hanya mengikut dan diketuk
umpama lembu yang ditindik hidungnya
pedih dan sedih
sedih ?
ya, aku sedih
sedih melihat mata kau yang celik pada azalinya
tapi hakikatnya buta
ya, memang engkau mahu jadi lawa seperti mereka - mereka
namun kau melebih - lebih, terlebih dari yang diperlukan
bukankah bersederhana itu lebih baik
bagaikan boneka
gerak - geri, tingkah laku
dikawal dengan seutas tali halus
diri engkau yang lawa, kini menjadi bahan tertawa
sedih dan pedih mata ini . . .
: : p/s : org lain make up lawa, awak make up mcm momok. sakit mata tengok.
Sabtu, 17 September 2011
Isnin, 5 September 2011
tempurung kelapa
jauh engkau berjalan
pelbagai corok dan denai telah diteroka
nombor yang kian bertambah di sisi umur
mencatit perjalanan yang ditempuhi
namun aku kecewa
kecewa melihat engkau yang berjalan
orang tua - tua ada berkata
jauh perjalanan luas pemandangan
tetapi tidak bagi engkau
meneroka alam di dalam tempurung
memang jauh engkau berjalan
tapi pemandangan engkau cetek
secetek dan sementah ruang di dalam tempurung
sampai tua pun tidak ke mana !
engkau kata penat berjalan
penat engkau berjalan tidak mendatangkan hasil !
tiada mendatangkan perubahan !
jauh engkau melangkah
tapi kemajuan di depan mata engkau buta !
engkau dengan dunia sendiri
engkau dengan kelapa kau dan diri kau !
sampai bila ?
zaman kian berlari laju dengan kemajuan
tapi engkau masih dengan tempurung kelapa kau
masih buta dan alpa
tidak mencuba membuka mata kepada dunia
tempurung yang selesa
sungguh selesa sehingga lalai dan alpa
bagaikan selimut yang menyelimut di subuh hari
hingga tidak mampu bangun
untuk membuka mata akan pembaharuan dan revolusi
jauh perjalanan engkau, hanya sia - sia
hanya penat menjadi teman di kaki dan langkah kau
tempurung kelapa
zon selesa
sampai bila ?
: : p/s : selamat merdeka. lambat 5 hari ucapan merdekanye. (@_@)
pelbagai corok dan denai telah diteroka
nombor yang kian bertambah di sisi umur
mencatit perjalanan yang ditempuhi
namun aku kecewa
kecewa melihat engkau yang berjalan
orang tua - tua ada berkata
jauh perjalanan luas pemandangan
tetapi tidak bagi engkau
meneroka alam di dalam tempurung
memang jauh engkau berjalan
tapi pemandangan engkau cetek
secetek dan sementah ruang di dalam tempurung
sampai tua pun tidak ke mana !
engkau kata penat berjalan
penat engkau berjalan tidak mendatangkan hasil !
tiada mendatangkan perubahan !
jauh engkau melangkah
tapi kemajuan di depan mata engkau buta !
engkau dengan dunia sendiri
engkau dengan kelapa kau dan diri kau !
sampai bila ?
zaman kian berlari laju dengan kemajuan
tapi engkau masih dengan tempurung kelapa kau
masih buta dan alpa
tidak mencuba membuka mata kepada dunia
tempurung yang selesa
sungguh selesa sehingga lalai dan alpa
bagaikan selimut yang menyelimut di subuh hari
hingga tidak mampu bangun
untuk membuka mata akan pembaharuan dan revolusi
jauh perjalanan engkau, hanya sia - sia
hanya penat menjadi teman di kaki dan langkah kau
tempurung kelapa
zon selesa
sampai bila ?
: : p/s : selamat merdeka. lambat 5 hari ucapan merdekanye. (@_@)
Selasa, 30 Ogos 2011
kincir angin
sepetak kincir angin
melekat pegun di tengah jiwa
bilah putih yang tiga bekerja
berputar dan berpusing
akan kehadiran angin menyapa
berpinar dan pening
tatkala kincir menjalankan tugas
sebagai satu keperluan hidup dan perjalanan
di kala angin bertanya khabar
namun tiada melekat akan kehadirannya
bagai satu ombak di sisir jiwa
datangnya di alami semua
tapi kosong tatkala melalui petak jiwa ini
nun jauh di sana
pandangan aku di pesongkan dan dijauhkan sebentar
oh, di sana, dan juga di situ
hening, sepetak kincir angin tegak dan sayu
namun tenang
melalui fenomena sepetak yang kembar
bilah berputar lagi di dalam petak jiwa
berputar seperti mereka - mereka
namun angin hanya sempat bersalam
tiada kesempatan untuk menetap dan mencetuskan makna
kincir angin itu berputar dan berputar
namun makna tiada menunjukkan bayangnya
berputar dan berputar . . .
: : p/s : selamat hari raya sume. ~d(^_^)b~
melekat pegun di tengah jiwa
bilah putih yang tiga bekerja
berputar dan berpusing
akan kehadiran angin menyapa
berpinar dan pening
tatkala kincir menjalankan tugas
sebagai satu keperluan hidup dan perjalanan
di kala angin bertanya khabar
namun tiada melekat akan kehadirannya
bagai satu ombak di sisir jiwa
datangnya di alami semua
tapi kosong tatkala melalui petak jiwa ini
nun jauh di sana
pandangan aku di pesongkan dan dijauhkan sebentar
oh, di sana, dan juga di situ
hening, sepetak kincir angin tegak dan sayu
namun tenang
melalui fenomena sepetak yang kembar
bilah berputar lagi di dalam petak jiwa
berputar seperti mereka - mereka
namun angin hanya sempat bersalam
tiada kesempatan untuk menetap dan mencetuskan makna
kincir angin itu berputar dan berputar
namun makna tiada menunjukkan bayangnya
berputar dan berputar . . .
: : p/s : selamat hari raya sume. ~d(^_^)b~
Rabu, 24 Ogos 2011
tin kosong
lenguh kaki ini berdiri
menghadap cabang titian dihadapan
kaki dijengketkan sedikit
disepetkan mata menjadi pelaku
menerobos pemandangan di 2 titian
namun tiada dilihat kelibat penghujungnya
titian pertama bergoyang rancak
manifestasi daya dari tenaga melangkah
indah
cukup indah mata ditawan oleh bulatan alam
namun kemek dan remuk besi lembut itu
tin kosong telah dicacatkan
indah, namun kemek dan remuk, sakit
pegun dan kejab
tiada perilaku pergerakan
hanya unggas mengawal suasana di titian pertama
pelik
kriiieeekkk . . .
titian kedua mengaum
kelibat insan tin kosong itu dapat di cam
berubah arah, haluan
namun destinasi yang dituju tetap sama
megah berdiri, tenang
segar dan suci
ketenangan dan keriangan terpancar dari tin kosong itu
titiannya tidaklah indah, tidak juga menjadi pilihan
lumut dan habuk menjadi penduduk utama
namun selesa, lapang
bebas
senyuman memainkan tempatnya di bangunan bibir
tin kosong itu tersenyum
menyambung perjalanan yang terhenti seketika itu
: : p/s : tin kosong jangan lupe recycle balik ok.
menghadap cabang titian dihadapan
kaki dijengketkan sedikit
disepetkan mata menjadi pelaku
menerobos pemandangan di 2 titian
namun tiada dilihat kelibat penghujungnya
titian pertama bergoyang rancak
manifestasi daya dari tenaga melangkah
indah
cukup indah mata ditawan oleh bulatan alam
namun kemek dan remuk besi lembut itu
tin kosong telah dicacatkan
indah, namun kemek dan remuk, sakit
pegun dan kejab
tiada perilaku pergerakan
hanya unggas mengawal suasana di titian pertama
pelik
kriiieeekkk . . .
titian kedua mengaum
kelibat insan tin kosong itu dapat di cam
berubah arah, haluan
namun destinasi yang dituju tetap sama
megah berdiri, tenang
segar dan suci
ketenangan dan keriangan terpancar dari tin kosong itu
titiannya tidaklah indah, tidak juga menjadi pilihan
lumut dan habuk menjadi penduduk utama
namun selesa, lapang
bebas
senyuman memainkan tempatnya di bangunan bibir
tin kosong itu tersenyum
menyambung perjalanan yang terhenti seketika itu
: : p/s : tin kosong jangan lupe recycle balik ok.
Jumaat, 19 Ogos 2011
air dan kaca
malam ini aku ditarik
ke dalam lembah selumbar
gaung yang amat perit
diseret oleh diri aku sendiri
pilu dan hiba bercampur - baur
jiwaku berkaca
setitis demi setitis
air mengalir dari kotak jiwa
aku memapah
mencuba menarik jasad , bangkai
jauh dari lembah yang berduri
sakit kulit perlindungan
di tarik dan diseret
namun tidak berdarah
sedarah , sesakit kotak - kotak jiwa
calar - balar
luka jahitan kembali berdarah
warna merah
membuak - buak keluar
dari setiap titisan jarum
sengaja aku dikhayalkan
letih , lenguh dan kebas
tangan menampan daya kehampaan dan kehibaan
sebatang tiang terpacak keluar
tepat menembusi dada
kain putih diangkat dan dikibar dengan perlahan
simbolik kepada kekalahan dan kelemahan
aku tewas malam ini
: : p/s : mengira akan masa dan bila kain putih akan digugurkan.
ke dalam lembah selumbar
gaung yang amat perit
diseret oleh diri aku sendiri
pilu dan hiba bercampur - baur
jiwaku berkaca
setitis demi setitis
air mengalir dari kotak jiwa
aku memapah
mencuba menarik jasad , bangkai
jauh dari lembah yang berduri
sakit kulit perlindungan
di tarik dan diseret
namun tidak berdarah
sedarah , sesakit kotak - kotak jiwa
calar - balar
luka jahitan kembali berdarah
warna merah
membuak - buak keluar
dari setiap titisan jarum
sengaja aku dikhayalkan
letih , lenguh dan kebas
tangan menampan daya kehampaan dan kehibaan
sebatang tiang terpacak keluar
tepat menembusi dada
kain putih diangkat dan dikibar dengan perlahan
simbolik kepada kekalahan dan kelemahan
aku tewas malam ini
: : p/s : mengira akan masa dan bila kain putih akan digugurkan.
Rabu, 17 Ogos 2011
dinding trauma
kraaakkk . . .
dinding itu retak lagi
air berlari keseronokan masuk
bocor
zzzrrriiippp . . .
selotep itu ditarik
begitu panjang skali
pap papp . . .
pap papp . . .
aku menampal dinding itu
dengan teliti
agar tidak menitik lagi kebocoran
tip tip tip . . .
tip tip tip . . .
menitis juga
namun ianya semakin berkurangan
aku menarik lagi selotep hitam itu
untuk memperkemaskan lubang yang bocor itu
mengapa selotep hitam ?
aku memilih selotep hitam ini
kerana warnanya yang hitam
menutup lubang itu dengan gelapnya
segelap - gelapnya
agar tidak lagi bocor
agar tidak lagi aku melihat ke dalam lubang itu
lubang memori
aku alpa
aku telah lalai
membiarkan dinding itu bocor
setelah sekian lama kukuh berdiri dan bertahan
air yang mengalir
menakung aku di dalam
menyebabkan aku lemas
lemas dengan kealpaan sendiri
penat
aku dah penat
penat menjenguk lubang itu
zzzrrriiippp . . .
lapisan selotep yang terakhir
di atas lapisan yang lainnya
tiada lagi kebocoran
tiada lagi kebasahan
tiada lagi kesedihan
tiada lagi kealpaan
lega aku tersedar
dari kebasahan
sebelum lencun dek lubang di dinding itu
diharap dinding itu kukuh mencanak
menjadi bulatan perlindungan
dan aku
berdiri di dalam
keseorangan . . .
: : p/s : selesa, namun . . .
dinding itu retak lagi
air berlari keseronokan masuk
bocor
zzzrrriiippp . . .
selotep itu ditarik
begitu panjang skali
pap papp . . .
pap papp . . .
aku menampal dinding itu
dengan teliti
agar tidak menitik lagi kebocoran
tip tip tip . . .
tip tip tip . . .
menitis juga
namun ianya semakin berkurangan
aku menarik lagi selotep hitam itu
untuk memperkemaskan lubang yang bocor itu
mengapa selotep hitam ?
aku memilih selotep hitam ini
kerana warnanya yang hitam
menutup lubang itu dengan gelapnya
segelap - gelapnya
agar tidak lagi bocor
agar tidak lagi aku melihat ke dalam lubang itu
lubang memori
aku alpa
aku telah lalai
membiarkan dinding itu bocor
setelah sekian lama kukuh berdiri dan bertahan
air yang mengalir
menakung aku di dalam
menyebabkan aku lemas
lemas dengan kealpaan sendiri
penat
aku dah penat
penat menjenguk lubang itu
zzzrrriiippp . . .
lapisan selotep yang terakhir
di atas lapisan yang lainnya
tiada lagi kebocoran
tiada lagi kebasahan
tiada lagi kesedihan
tiada lagi kealpaan
lega aku tersedar
dari kebasahan
sebelum lencun dek lubang di dinding itu
diharap dinding itu kukuh mencanak
menjadi bulatan perlindungan
dan aku
berdiri di dalam
keseorangan . . .
: : p/s : selesa, namun . . .
Selasa, 16 Ogos 2011
kerana tidak
tidak . . .
tidak . . .
bukan kerana mereka
tidak . . .
bukan kerana mereka
kebas
kebas bibir ini berbicara
sudah beberapa kali
bergema di setiap posisi
di setiap lorong dan lohong
lesu
aku letih
tapi
haaaiiihhh . . .
allahyarham yasmin ahmad
tidak
a.samad said
juga tidak
mereka - mereka berkata
indah
begitu indah
layak dijadikan novel
layak juga menjadi seperti mereka di atas
tidak kurang juga
layak untuk dicemuh oleh mereka - mereka di luar sana
aku bertambah lesu
haaaiiihhh . . .
aku menulis bukan kerana populariti
aku menulis bukan untuk diikuti
aku menulis bukan untuk dikagumi
aku menulis bukan untuk disanjungi
tidak . . .
tidak . . .
bukan kerana itu aku menulis
aku menulis
kerana aku ingin menulis
: : p/s : kalau menulis, pkai pen atau pensel. nie bukan menulis, nie menaip la. d(@_@)b
tidak . . .
bukan kerana mereka
tidak . . .
bukan kerana mereka
kebas
kebas bibir ini berbicara
sudah beberapa kali
bergema di setiap posisi
di setiap lorong dan lohong
lesu
aku letih
tapi
haaaiiihhh . . .
allahyarham yasmin ahmad
tidak
a.samad said
juga tidak
mereka - mereka berkata
indah
begitu indah
layak dijadikan novel
layak juga menjadi seperti mereka di atas
tidak kurang juga
layak untuk dicemuh oleh mereka - mereka di luar sana
aku bertambah lesu
haaaiiihhh . . .
aku menulis bukan kerana populariti
aku menulis bukan untuk diikuti
aku menulis bukan untuk dikagumi
aku menulis bukan untuk disanjungi
tidak . . .
tidak . . .
bukan kerana itu aku menulis
aku menulis
kerana aku ingin menulis
: : p/s : kalau menulis, pkai pen atau pensel. nie bukan menulis, nie menaip la. d(@_@)b
Ahad, 14 Ogos 2011
penagih dadah
tip tip tip . . .
tip tip tip . . .
hujan
setitik demi setitik
menyembah bumi
seirama dan sejiwa
seakan memahami kehendak hati ini
sejuk
menjamah kulit ku ini
aku kesejukan
brrrrr . . .
aku menggigil
keras
aku keras
sekeras batu
bersepah
dirobek
dicampak
satu demi satu
rakus
sungguh rakus
tangan ini menyelongkar
di selongkar dan di selongkar lagi
aku gian
aku keras
aku perlukan ia
aku perlukan ia !
buntu
kusut
gelisah
tidak
oh tidak
aku tidak dapat menahan lagi
cukup
aku amat - amat perlukan ia . . .
: : p/s : malam nie sejuk gile sebab hujan. da gian nak selimut nie. sejuk, brrrrrrr ~
tip tip tip . . .
hujan
setitik demi setitik
menyembah bumi
seirama dan sejiwa
seakan memahami kehendak hati ini
sejuk
menjamah kulit ku ini
aku kesejukan
brrrrr . . .
aku menggigil
keras
aku keras
sekeras batu
bersepah
dirobek
dicampak
satu demi satu
rakus
sungguh rakus
tangan ini menyelongkar
di selongkar dan di selongkar lagi
aku gian
aku keras
aku perlukan ia
aku perlukan ia !
buntu
kusut
gelisah
tidak
oh tidak
aku tidak dapat menahan lagi
cukup
aku amat - amat perlukan ia . . .
: : p/s : malam nie sejuk gile sebab hujan. da gian nak selimut nie. sejuk, brrrrrrr ~
Langgan:
Catatan (Atom)